APBN Sehat dan Infrastruktur Terserap, Pemerintah Kaltim Siap Hadapi 2026

SAMARINDA, Dialektika.co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mencatat kinerja keuangan yang cukup positif di penghujung tahun 2025. Serapan anggaran dan pendapatan daerah menunjukkan keseimbangan, menghindarkan daerah dari defisit anggaran.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengungkapkan hal tersebut dalam sebuah percakapan dengan awak media, Selasa (30/12/2025). Menurutnya, realisasi penyerapan anggaran telah mencapai sekitar 81 persen, sementara serapan pendapatan hampir menyentuh 90 persen.

“Artinya, dengan anggaran yang ada, pendapatan yang ada dan serapan anggaran yang ada ini sesuai balance. Kita alhamdulillah tidak defisit. Sehingga di tahun 2026 kita bisa menjalankan roda pemerintahan lebih baik lagi,” ujar Seno Aji.

Meski demikian, ia mengakui masih ada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang kinerja serapan anggarannya berstatus ‘merah’. Hal ini, kata dia, terutama disebabkan benturan kebijakan dan peraturan yang belum tuntas, sehingga dananya akan dialihkan (carry over) ke tahun 2026. 

“Besok baru kita diskusikan detailnya,” tambahnya mengenai jumlah OPD yang bermasalah.

Seno menjelaskan, kekurangan serapan pendapatan yang sekitar 10 persen itu mayoritas berasal dari pendapatan transfer, bukan dari Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

“PAD tidak masalah. Tapi pendapatan transfer yang besar yang belum bisa tersalurkan. Jadi nanti akan disalurkan di 2026,” jelasnya.

Kondisi ini, lanjutnya, membuat perkiraan sisa lebih anggaran (SILPA) daerah tahun ini tidak akan membengkak. 

“Paling di angka sekitar Rp500 miliar saja. Dulu kan sampai Rp900 miliar, hampir Rp1 triliun. Sangat jauh,” tuturnya.

Progress Infrastruktur dan Harapan di Tahun Baru

Di luar pembahasan anggaran, Seno Aji juga menyoroti kemajuan sejumlah proyek infrastruktur. Ia menyebut kunjungan kerjanya ke Bontang baru-baru ini untuk meninjau Jalan Pesisir yang membentang dari Muara Badak, Marang Kayu, hingga Bontang.

“Alhamdulillah… sekarang sudah jadi semua, sudah mulus,” ucapnya.

Begitu pula dengan ruas jalan di Kutai Timur yang menjadi tanggung jawab provinsi. Semuanya telah berjalan dengan baik, sebagai bagian dari program JOSPOL.

Sementara untuk jalan di Kutai Barat dan Mahakam Ulu (Kubar Mahulu) segmen 2 dan 4, progress-nya disebut cukup bagus dan sudah dikejar. 

“Kurang lebih sekitar 82 sampai 85 persen. Kita ingin melihat progres sampai akhir tahun ini dan mudah-mudahan bisa 100%,” harap Seno, seraya menambahkan data terakhir didapatkan sekitar dua minggu lalu.

Menutup percakapan, Wakil Gubernur menyampaikan himbauan menyambut tahun baru 2026. Ia mengajak masyarakat untuk lebih banyak berzikir di rumah, berkumpul dengan keluarga, serta menjauhi penggunaan kembang api. 

“Kita bersama-sama berdoa agar Kaltim 2026 lebih cerah lagi,” pungkas Seno Aji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top