Di Usia 69, LVRI Diingatkan untuk Konsolidasi dan Beradaptasi di Era Baru

SAMARINDA, Dialektika.co – Di tengah arus perubahan dan tantangan fiskal yang tidak ringan, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) ditantang untuk tetap solid dan relevan menjaga nilai-nilai kebangsaan. Seruan itu disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, dalam Peringatan Hari Ulang Tahun ke-69 LVRI sekaligus pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) Konsolidasi LVRI Provinsi Kaltim, Selasa (20/01/2026).

Dalam pidato sambutannya yang dibuka dengan pantun dan salam kebinekaan, Seno Aji menegaskan bahwa penghormatan kepada para veteran tidak boleh hanya bersifat seremonial. 

“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini bukanlah hadiah, melainkan buah dari pengorbanan jiwa, raga, dan darah para pejuang,” ujarnya di hadapan para veteran. Karena itu, penghormatan itu, menurutnya, harus diwujudkan dalam sikap, kebijakan, dan keteladanan generasi penerus.

LVRI yang menginjak usia 69 tahun, lanjut Seno, telah membuktikan eksistensi dan keteguhannya dalam menjaga nilai kejuangan dan nasionalisme. Namun, di era yang penuh tantangan ideologis, sosial, dan ekonomi, konsolidasi organisasi menjadi keniscayaan. 

“Konsolidasi ini tidak hanya penataan organisasi, tetapi juga penguatan peran LVRI di tengah perubahan zaman,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Kaltim, sambung Seno, memandang LVRI sebagai mitra strategis dalam membangun karakter bangsa dan menanamkan patriotisme kepada generasi muda. Keteladanan para veteran disebutnya sebagai sumber pembelajaran yang tak tergantikan, terutama di tengah derasnya arus globalisasi.

Tantangan keuangan tahun 2026 diakui Seno tidaklah ringan. Meski demikian, ia yakin dengan semangat juang yang teruji, LVRI mampu beradaptasi dan tetap menjalankan peran strategisnya. Pemerintah berkomitmen memberikan perhatian dan dukungan melalui kebijakan, program kesejahteraan, dan ruang partisipasi.

Peran LVRI disebut semakin krusial seiring dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. 

“Kalimantan Timur membutuhkan fondasi kebangsaan yang kuat. Di sinilah peran LVRI menjadi semakin penting—menjadi penjaga memori kolektif perjuangan dan penuntun moral bagi generasi penerus,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top