KUTAI TIMUR – Proyek Jembatan Nibung yang lama tersendat akhirnya rampung pada masa kepemimpinan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud bersama wakilnya Seno Aji. Jembatan yang dinanti warga Kadungan Jaya dan Pelawan itu diresmikan pada Selasa, (24/2/2026).
Bagi warga Kecamatan Kaubun dan Sangkulirang, peresmian itu lebih dari seremoni. Pembangunan jembatan yang tertunda bertahun-tahun itu menutup penantian panjang akibat hambatan teknis, administrasi, pembiayaan, serta cuaca yang kerap mengganggu pekerjaan.
Di hadapan warga yang memadati lokasi, Gubernur Rudy Mas’ud yang akrab disapa Harum menyebut Jembatan Nibung bukan sekadar bentang baja penghubung dua tepian sungai. Ia menilai proyek itu menjadi penanda hadirnya negara di tengah masyarakat.
“Mudah-mudahan jembatan ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kadungan Jaya dan Pelawan, Kecamatan Kaubun dan Sangkulirang. Yakinlah, jembatan ini bukan hanya milik kita, tetapi milik kita semua,” kata Rudy.
Ia menyatakan pembangunan infrastruktur selalu membawa harapan baru. Akses ekonomi terbuka, mobilitas meningkat, peluang investasi datang, lapangan kerja tercipta, dan kesejahteraan perlahan terdorong.
Rudy menegaskan wilayah utara Kalimantan Timur, terutama kawasan pesisir, mesti bergerak setara dengan daerah lain. Menurut dia, tak boleh ada desa tertinggal hanya karena akses yang terbatas.
“Dengan jembatan ini, distribusi barang dan penumpang menjadi lebih cepat. Mobilitas warga lebih lancar, waktu tempuh lebih singkat, dan aktivitas ekonomi lebih produktif. Desa-desa di sini harus maju dan sejahtera,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pergantian kepemimpinan tidak semestinya memutus tanggung jawab terhadap warga.
“Tidak ada pekerjaan yang tidak selesai sepanjang kita punya niat dan komitmen yang kuat. Pemimpin boleh berganti, tetapi tanggung jawab kepada rakyat tidak boleh berhenti,” katanya.
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menyatakan bersyukur pembangunan jembatan yang lama ditunggu masyarakat itu akhirnya tuntas.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kaltim. Penantian 13 tahun akhirnya terjawab. Jembatan ini akan sangat membantu masyarakat, terutama dalam mendukung kegiatan ekonomi,” kata Ardiansyah.
Kepala Dinas PUPR Kalimantan Timur Aji Muhammad Fitra Firnanda mengatakan Jembatan Nibung memiliki panjang 390 meter dengan anggaran Rp98,36 miliar. Jembatan itu memakai struktur rangka baja A90 dengan jalan pendekat komposit baja A30.
Pemerintah juga membangun jalan pendekat dari sisi Kadungan Jaya sepanjang 135 meter senilai Rp42,57 miliar, serta dari sisi Pelawan sepanjang 500 meter dengan anggaran Rp135,8 miliar.
Setelah lebih dari satu dekade menjadi wacana, Jembatan Nibung kini berdiri sebagai penghubung aktivitas warga. Jembatan itu membuka akses, mempercepat pertumbuhan, dan memunculkan rasa keadilan bagi masyarakat pesisir utara Kalimantan Timur.
Meski pengoperasian penuh masih menunggu uji beban kendaraan berat, jembatan itu sudah bisa dilintasi kendaraan roda dua dan roda empat mulai Rabu, 25/2/2026).
Keberadaan jembatan ini memangkas jarak tempuh menuju Berau dari Kecamatan Karangan hingga sekitar 140 kilometer. Sebelumnya, warga mengandalkan penyeberangan feri dengan biaya lebih besar serta antrean yang bisa mencapai empat jam saat air surut.
Peresmian Jembatan Nibung turut dihadiri anggota DPR RI Sarifah Suraidah, Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi, jajaran DPRD Kalimantan Timur, DPRD Kutai Timur, serta tokoh masyarakat setempat.
