SAMARINDA, Dialektika.co – Mochlis Hasan, Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Kalimantan Timur, menyambut hangat kelahiran kementerian baru itu. Menurutnya, pembentukan Kementerian Haji merupakan pengejawantahan dari cita-cita Presiden untuk meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah Indonesia.
“Ini salah satu jawaban konkret untuk memberikan yang terbaik kepada jemaah,” ujar Mochlis, di kantornya, Senin, (26/01/2026).
Ia menjelaskan, langkah-langkah strategis telah disiapkan, bahkan sebelum kementerian ini resmi berdiri. Salah satu wujud nyatanya adalah proyek pembangunan Kampung Haji Indonesia di Mekkah.
“Lahan dan rencana pembangunannya sudah ada. Tinggal eksekusi,” katanya.
Dibandingkan dengan sebelumnya di bawah Kementerian Agama yang menangani banyak urusan—seperti zakat, profesi keislaman, dan lain-lain—kementerian baru ini, menurut Mochlis, memiliki fokus yang tunggal dan tajam.
“Mimpinya cukup satu: bagaimana melayani jemaah haji dengan baik. Dengan demikian, pelayanan bisa lebih fokus, lebih terkonsentrasi, dan diharapkan lebih lancar,” paparnya.
Soal implementasi di wilayahnya, Kalimantan Timur, Mochlis melaporkan progres yang menggembirakan.
“Untuk satuan pelunasan biaya haji, kita sudah selesai dan bahkan melampaui target. Alhamdulillah, realisasinya mencapai sekitar 107%,” jelasnya.
Angka lebih dari 100% itu, tutur Mochlis, dicapai dengan memanfaatkan dana cadangan dari calon jemaah yang batal berangkat. “Pelunasan pokoknya memang 100%. Kelebihan itu berasal dari penyertaan dana cadangan,” tutupnya.
