KALIMANTAN TIMUR, Dialektika.co – Sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) diklaim mulai membuahkan hasil. Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menyatakan hubungan kedua lembaga semakin harmonis dan berdampak pada sejumlah capaian.
“Syukur alhamdulillah, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita naik, tingkat kemiskinan dan pengangguran terbuka turun.” ujar Seno Aji, ketika ditemui di Gedung B DPRD Kaltim jalan Teuku Umar Samarinda, Jumat (9/1/2026).
Menurutnya, tren positif pada indikator-indikator kinerja utama itu menandakan pemerintah dan legislatif bekerja sama berjuang untuk masyarakat Kaltim.
Ditanya mengenai wacana Pilkada melalui DPRD yang ramai dibicarakan, politisi Gerindra ini menyatakan kesediaannya mengikuti keputusan pemerintah pusat dan partai. “Saya dari Ketua DPD Gerindra, dan Pak Sugiono sebagai Sekjen juga sudah menyampaikan pandangan partai. Kami mengikuti itu,” katanya.
Seno Aji mengakui, penyelenggaraan Pilkada langsung membutuhkan biaya yang sangat besar, baik untuk lembaga penyelenggara seperti KPU dan Bawaslu, maupun bagi para calon yang harus mengeluarkan kocek tidak sedikit. “Wacana yang dilontarkan Presiden Prabowo Subianto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan ketua-ketua partai mudah-mudahan ke depan menjadi hal yang baik untuk semuanya,” imbuhnya.
Proyek Hilirisasi Peternakan di Maloy
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur juga menyinggung progres proyek hilirisasi peternakan oleh perusahaan DANANTARA di Kawasan Industri Maloy, Kalimantan Timur. Meski belum dilakukan ground breaking, proyek yang mencakup peternakan ayam dan pabrik pakan ternak itu disebutnya sangat menarik bagi Kaltim.
“Kawasan Maloy sudah siap. Listrik dan air sudah ada. Tinggal pelabuhannya,” jelas Seno. Untuk pelabuhan, ia meminta Kementerian Perhubungan melalui PT Pelindo segera memastikan operasionalnya.
Proyek strategis nasional ini diharapkan berdampak signifikan pada penyerapan tenaga kerja. “Sangat berpengaruh. Kita inginkan tenaga kerja lokal terlebih dahulu yang terserap,” tegasnya.
Pihaknya telah berdiskusi dengan DANANTARA dan pemerintah pusat untuk memprioritaskan pekerja lokal. Target minimal penyerapannya, menurut Seno, mencapai 80 persen.
“Kita sudah diskusi agar menggunakan tenaga lokal. Kalau sudah tidak tercukupi, baru (menggunakan tenaga dari luar),” pungkas Wakil Gubernur. Harapannya, proyek-proyek semacam ini dapat menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur.
