SAMARINDA, Dialektika.co — Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Samarinda memulai masa bakti baru usai melantik jajaran pengurus baru periode 2025–2026, di Aratula Ballroom, Gedung B Lantai IV Bapperida Kota Samarinda, Jumat (13/02/2026) pagi. Dalam prosesi itu, Muhammad Alif Baiquni dikukuhkan sebagai Ketua Umum PC IMM Samarinda.
Dalam pidato perdananya, Alif memaparkan tiga arah gerak organisasi: dakwah intelektual untuk memperkuat basis keilmuan kader: ghirah dan regenerasi guna menjaga semangat perjuangan serta kesinambungan kaderisasi: serta komitmen kebangsaan dengan menempatkan IMM sebagai mitra kritis pemerintah demi terwujudnya tatanan masyarakat Baldatun Tayyibatun Wa Rabbun Ghafur.
Alif menegaskan, di bawah kepemimpinannya, IMM Samarinda akan mengambil posisi sebagai mitra strategis sekaligus pengkritik konstruktif bagi Pemerintah Kota Samarinda.
“Kami akan mengedepankan pendekatan intelektual dan solutif dalam setiap kritik maupun dukungan yang kami berikan,” kata Alif.
Ia menyebut peran itu diarahkan untuk mendorong Samarinda menjadi kota yang maju, religius, dan berkeadaban.
Selain penguatan internal, PC IMM Samarinda menyiapkan sejumlah program di berbagai sektor.
Di antaranya, penguatan Probebaya melalui pelatihan manajemen organisasi, diskusi kepemudaan, serta pengembangan literasi dan kewirausahaan di tingkat RT dorongan digitalisasi dan agenda smart city lewat relawan edukasi layanan publik serta literasi pembayaran daring di puskesmas dan pasar tradisional hingga dukungan reformasi birokrasi dengan fungsi pengawasan dan masukan dari perspektif mahasiswa.
Pelantikan itu menjadi penanda awal langkah baru IMM Samarinda untuk ikut terlibat dalam pembangunan daerah dengan membawa kerja-kerja intelektual dan humanitas.
