Seno Aji Saksikan Abrasi Derawan, Lepas 30 Tukik Penyu ke Laut sebagai Simbol Harapan

Dialektika.co – Menjelang petang di Pulau Derawan, Kabupaten Berau, ombak terus bergulung menyentuh garis pantai. Laut terlihat tenang, namun bekas abrasi tampak nyata di sejumlah titik. Sebagian daratan yang sebelumnya dimanfaatkan warga dan wisatawan kini telah hilang terkikis laut.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menutup kunjungannya di Derawan dengan melepas sekitar 30 ekor tukik penyu ke Laut Derawan, Kamis, (2/7/2026). Kegiatan itu dilakukan bersama Wakil Bupati Berau Gamalis. Tukik tersebut berasal dari kawasan konservasi Pulau Sangalaki.

“Mudah-mudahan mereka bisa tumbuh dan berkembang di Laut Derawan, lalu kembali ke sini untuk bertelur,” kata Seno saat pelepasan tukik.

Sebelumnya, Seno meninjau sejumlah lokasi yang terdampak abrasi. Didampingi istrinya, Wahyu Hernaningsih Seno, serta Gamalis, ia berjalan kaki mengelilingi pulau, melewati kawasan Makam Saba’ani, Makam Patung Kuda, Pantai Utara, hingga Landmark Derawan.

Di kawasan landmark, ia melihat langsung perubahan garis pantai akibat abrasi. Menurut Seno, abrasi telah menenggelamkan lapangan helipad, satu rumah warga, dan satu gazebo yang biasa digunakan wisatawan.

“Total luas abrasi cukup besar,” ujarnya.

Helipad yang hilang tersebut pernah menjadi salah satu ikon Pulau Derawan sejak diresmikan pada 1997. Kini, fasilitas itu tak lagi terlihat, menyisakan perubahan bentang pantai yang terus bergeser.

Di sela peninjauan, Seno juga menyempatkan diri berbincang dengan warga yang menggantungkan penghasilan dari sektor pariwisata, mulai dari pemilik warung makan, pedagang sembako, hingga penyedia jasa penyewaan sepeda listrik. Ia turut berdialog dengan wisatawan mancanegara dan domestik yang sedang berlibur di Derawan.

Usai dari Derawan, rombongan melanjutkan perjalanan ke Pulau Sangalaki, kawasan konservasi penyu hijau dan penyu sisik. Dari pulau inilah tukik yang dilepas pada malam hari berasal.

Dalam kunjungan sehari itu, Seno melihat dua kondisi yang berbeda di Derawan. Di satu sisi, abrasi terus mengurangi daratan pulau. Di sisi lain, pelepasan tukik menjadi simbol upaya menjaga keberlanjutan ekosistem laut Derawan agar tetap lestari di masa mendatang.

(chanz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top